Back to Blog

Thoni-Imat Ingin Masyarakat Jadi Subjek Pembangunan

JAKARTA, – Persoalan infrastruktur jalan di Kabupaten Pandeglang masih menyisakan pekerjaan rumah bagi daerah ini. Sehingga kebutuhan dasar yang kerap dikeluhkan warganya masih dijadikan jualan program oleh kedua kandidat di Pilkada Pandeglang untuk menggaet suara pada 9 Desember mendatang.

Thoni Fathoni Mukson berjanji akan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sesuai kewajiban pemerintah daerah dalam lima tahun.

Untuk mewujudkan kebutuhan dasar, pasangan ini mengidentifikasi sebanyak 12 hak dasar masyarakat, yakni infrastruktur dasar dengan membangun jalan dan jembatan tiap desa dan kelurahan.

“Visi kami Pandeglang membangun yakni menempatkan masyarakat menjadi subjek pembangunan. Misi kami yakini terpenuhi kebutuhan dasar dengan sesuai kewajiban pemerintah daerah yang akan diselenggarakan dalam 5 tahun. Untuk mewujudkan visi di atas kami mengidentifikasi 12 hak dasar masyarakat yaitu, Infrastruktur dasar, pembangunan jalan dan jembatan di semua desa dan kelurahan di Kabupaten Pandeglang,” kata Thoni.

Thoni melanjutkan, infrastruktur dan suprastruktur pendidikan, menuntaskan wajib belajar 12 tahun, meningkatkan kesejahteraan guru tetap, honorer.

Di bidang infrastruktur dan suprastruktur kesehatan, yakni peningkatan pelayanan kesehatan dengan melalui program jemput sakit antar sehat bagi warga Pandeglang.

“Infrastruktur dan suprastruktur kesehatan, meningkatkan pelayanan kesehatan, melalui program jemput sakit pulang sehat bagi semua warga. Ambulance 24 jam di desa-desa yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Di bidang keagamaan mengembalikan Pandeglang sejuta santri sejuta ulama melalui peningkatan peran lembaga pendidikan keagamaan, ormas keagamaan, pondok pesantren dan majlis taklim,”ujarnya.

“Di bidang Pertanian dan perkebunan akan menjadi Pandeglang sebagai lumbung pangan nasional melalui program intensifikasi ekstensifikasi sawah baru dan pembenahan irigasi dan memberikan intensif dan disinsentif bagi masyarakat pada masyarakat kawasan hutan,”tambah Thoni.

Pemaparan di bidang perikanan dan kelautan ini disampaikan oleh wakilnya Miftahul Tamamy.

Pasangan ini akan memanfaatkan kawasan pesisir pantai dan pulau-pulau di Pandeglang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat serta mengakhiri kekerasan perempuan dan anak dan stop perdagangan manusia.

“Mengakhiri kekerasan terhadap kepada anak dan perempuan, mengakhiri perdagangan manusia dan akhiri kesenjangan ekonomi antar perempuan. Pelayanan birokrasi yang mudah cepat dan terjangkau. Kawasan perumahan dan permukiman, mengentaskan kawasan kumuh perkotaan dan pedesaan dengan program Rutilahu, air bersih dan persampahan, drainase dan sarana prasarana olahraga,”ungkap pria yang akrab disapa Imat.

Di bidang pemerintahan desa, Thoni-Imat akan menuntaskan dan mempromosikan desa tertinggal dan mengubah desa perbatasan sehingga desa-desa tersebut layak menjadi halaman depan Pandeglang.

“Program desa yang miskin, tertinggal, desa pinggiran dan desa perbatasan di prioritaskan sehingga layak menjadi halaman depan kabupaten Pandeglang,” tandasnya.

Sumber suara.banten.com

Share this post

Back to Blog