Back to Blog

Mengenal Lebih Dekat Ir. H. Thoni Fathoni Mukson ‘Sosok Aktivis, Politisi sekaligus Arsitek’

Sosok    H.    Thoni    sangat    populer    di    kalangan masyarakat Banten sebagai legislator yang banyak membawa perubahan di Banten.

Thoni adalah salah satu sosok putra Labuan Pandeglang yang berhasil terjun ke dunia politik Banten. Yang kita tahu, sebelumnya ia adalah seorang arsitek dan aktivis sosial.

Dia mampu membuktikan bahwa seorang anak pesisir pantai juga bisa menjadi seorang politisi.

Thoni di Banten adalah salah satu deklarator Partai Kebangkitan Bangsa. Maka tak heran jika dia menjadi salah seorang aktivis politik yang diandalkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sosok Ir. H. Thoni Fathoni Mukson menyeruak di peta perpolitikan Banten.

Kak Haji demikian sapaannya, selama hampir 25 tahun berturut-turut dirinya selalu terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), ini membuktikan selama mengikuti pemilihan umum beliau sangat piawai dan pengalaman dalam mendulang suara masyarakat. Kini Ia adalah anggota DPRD Provinsi Banten periode 2014-2019.

Selain memiliki reputasi dalam karir pertemanan dan politik yang impresif, H. Thoni memiliki kemampuan manajerial yang sangat baik terutama dalam beberapa aspek: decisive leadership, entrepreneurial, team building dan reformist.

Ini “mungkin” dari “jelajah” atau “tempaan-tempaan” dalam berorganisasi H. Thoni Fathoni Mukson, yang membuka jalan dirinya masuk ke peta politik. Namun, ia mempunyai prinsip yang sangat kuat, dan selalu jadi pegangannya yakni terlibat aktif-lah dan nothing to lose

Thoni Fathoni Mukson sangat senang bergaul dengan orang banyak, ia selalu bercerita kepada penulis bahwa: “Kisah hidup seorang manusia ataupun orang lain, didalamnya terdapat banyak pengalaman, dan penggalan hidup seseorang adalah bagian yang tidak mungkin dilepaskan dan dipisahkan dalam nadi sejarah umat manusia. Tak pelak lagi dalam setiap fase kehidupan, akan melahirkan dan menciptakan serta menghiasi berbagai macam keadaan”.

Thoni Fathoni Mukson dalam dunia ormas ataupun politik bukan sosok baru. Dalam dunia Organisasi kemasyarakatan, terkhusus keagamaan, Kak Haji terlibat aktif membesarkan beberapa ormas, terkhusus Nahdlatul Ulama di Pandeglang. Sedari muda, ia sudah “sangat haus akan ilmu”. Dibesarkan dilingkungan pesantren di Labuan dan juga “ngelmu” S1 Arsitektur-nya di UII Jogja.

Ayah dan ibunya menggembleng dengan didikan yang kental santri dan modern. Melanjutkan pendidikan menengah di berbagai pesantren dan universitas. Pada masa itu, Kak Haji, mengakui, mengurus pendidikan sekaligus aktivitasnya sangat tidak mudah lantaran harus membagi waktu dengan pintar.

Dimulai dari “nol” atau “anak pemalu”, yang lahir dari seorang Ayah yang terkenal dengan nama “Mukson” yang kondang di Labuan, Seiring waktu, “nasib” sudah merubah putranya. Ternyata anaknya pernah dipercaya menjadi Wakil Rakyat beberapa periode.

Insinyur dan Politik?

Persoalan mendasar yang menarik adalah bagaimana H.  Thoni Fathoni Mukson “mensinergiskan” antara: Insinyur dan Politik?

Penulis teringat dengan perkataan seorang Guru Besar Arsitektur Universitas Indonesia Gunawan Tjahjono yang menyebutkan bahwa fenomena arsitek atau insinyur berpolitik merupakan gejala metamorfosis positif dalam konteks perubahan membenahi kota, mereka terjun ke dunia politik praktis agar dapat mengendalikan tata kelola kota.

Imam Al-Ghazali berkata: “suatu perencanaan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, yang dibebankan kepada seseorang, hasilnya akan mendekati pada suatu kekafiran” .

Kehadiran arsitek politisi ini sangat penting bagi pengembangan perubahan wajah-wajah kota, terkhusus di Banten.

Banten butuh arsitek politik yang memiliki modal mumpuni untuk menata kota-nya. Sebab di sebuah kota itulah tak ubahnya sebagai ajang pembuktian sang arsitek untuk membuktikannya. Mereka dituntut tak hanya merancang bangunan, tapi menyesuaikannya dengan kondisi sosial maupun lingkungan.

Kita coba bicara tentang “Insinyur”. Jika mengacu ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (online), insinyur adalah sarjana teknik. Kemungkinan asal kata dari insinyur ini dari bahasa Belanda, yakni ingeneur. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, maka ingneur adalah engineer.

Terjemahan bebas google memberikan definisi engineer adalah seseorang yang merancang, membangun, serta merawat mesin, peralatan mekanik, atau pekerjaan publik.

Sedangkan engineering adalah penggunaan kreatif terhadap ilmu pengetahuan, metode matematik, serta pengalaman, untuk berinovasi, perancangan, pembangunan, menggunakan dan merawat bangunan, mesin, bahan, peralatan, sistem, proses serta organisasi.

Ir. Soekarno, Bapak Proklamator merupakan seorang insinyur teknik sipil. Julukan lain baginya adalah the Fonding Father of Indonesia. Boleh dikatakan, ia memimpin Indonesia dalam kondisi kritis mencapai kemerdekaannya. Ir. Joko Widodo, Presiden Indonesia saat ini adalah seorang insinyur lulusan UGM. Saya melihat banyak perbaikan yang telah dan sedang dilakukan dalam pemerintahannya.

Banyak kebijakan yang terlihat tidak populis, akan tetapi mungkin sebagai seorang insinyur ia memiliki keyakinan yang terukur, sama halnya dengan dua insinyur pendahulunya (Soekarno, Habibie).

Begitupun dengan Gubernur yang berlatar belakang seorang insinyur adalah Ridwan kamil (Kang Emil), seorang kepala daerah inspiratif yang selalu menyulap daerahnya untuk berubah dan menjadi lebih “modern, keren, dan applicable dengan kebutuhan masyarakat”.

Untuk itu, sudah selayaknya kabupaten Pandeglang kedepan dipimpin oleh seorang Insinyur Arsitektur.

Share this post

Back to Blog